Selasa, 15 Januari 2008

Bangkitlah....!



Beban hidup akan semakin bertambah berat, saat kita menghadapi persoalan dengan keluh kesah dan duka lara. Hidup kian payah dan masa depan suram seolah terpampang di hadapan kita.
Jika kita bekerja pada sebuah perusahaan ataupun instansi pemerintah untuk meraih jabatan pimpinan diperlukan waktu yang sangat panjang, itupun kalau nasib baik berpihak pada kita. Andaikata nasib baik belum berkenan menghampiri maka kita akan mengalami penantian panjang yang sangat membosankan tentunya. Langkah baik untuk mengatasinya adalah dengan cara mempromosikan diri anda sendiri sebagai pemilik sekaligus pimpinan bagi perusahaan yang anda dirikan sendiri.

Jadi jangan biarkan diri anda dengan mimpi buruk yang berkepanjangan.
Jadikan keberhasilan dan kesuksesan orang lain sebagai cambuk, sebagai pendorong dalam menggapai cita-cita yang mulia dan luhur. Bila anda sudah mulai melangkah untuk memulai usaha teruslah pupuk semangat anda tersebut, jangan biarkan layu dan sia-sia. Dalam dunia bisnis atau kewirausahaan hampir sulit ditemukan seseorang yang berusaha tanpa pernah mengalami kegagalan, justru dari pengalaman kegagalan itulah seseorang akan tertempa jiwanya dan menjadikannya dewasa dalam setiap tindakan bisnisnya.
Untuk memulai suatu usaha pilihlah usaha yang tepat, namun jangan menimpikan usaha yang sempurna. Setiap jenis usaha memiliki kekuatan dan kelemahan sendiri-sendiri, dengan karakter masalah yang tersendiri pula. Jadilah kuat dan kaya secara cepat dengan mendirikan usaha yang mandiri.

Mulailah dari sekarang juga…! Tunggu apa lagi! Mengapa harus sekarang juga memulai usaha tidak nanti kalau sudah siap? Sampai kapan pun anda tidak akan pernah merasa “sudah siap” dalam mengawali usaha.
Memulai usaha dari rumahpun merupakan cara aman untuk menghasilkan uang. Anda data memakai waktu dan segenap kemampuan yang dimiliki. Berdasarkan pengalaman hanya sedikit orang yang gagal dalam membangun usaha di rumah. Kebanyakan mereka memperolah keuntungan dan dapat mengembalikan investasinya dalam waktu yang relatif singkat.

“ ORANG-ORANG SUKSES SELALU BERTAHAN, ORANG-ORANG GAGAL BERHENTI LEBIH AWAL”.

Orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah akan mendapat rezeki yang cukup sebagaimana janji Allah. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. “ (QS. Al-A’raf : 96).
Seorang mukmin akan senantiasa berusaha amanah dengan rezeki yang Allah berikan. Tidak membelanjakan harta untuk hal-hal maksiat dan tak berguna, apalagi sekedar foya-foya. Orang yang amanah atas rezeki, akan memilih untuk membantu saudara yang memerlukan, membantu orang miskin dan anak yatim, juga tak enggan untuk berzakat daripada membuang hartanya untuk maksiat.
Imam Al- Albani berkata, “ maksiat adalah penyebab paceklik, kemiskinan dan musibah”.

Pustaka
Priyono, Susilo dan Soerata, M. 2005. Kiat Sukses Wirausaha. Palem Pustaka. Yogyakarta
Ummu Nabhan. Majalah Nikah. 2007.
by. Js. stpp

Langkah-Langkah Sukses

Ahmad Gozali , ahli perencana keuangan keluarga, memberi tips sebelum memulai usaha:
• Memikirkan untung rugi
Apakah kegiatan usaha atau pekerjaan yang ditekuni justru lebih banyak menghabiskan uang dibandingkan jika tidak bekerja?. Misalnya, wirausaha membuat ibu harus mengeluarkan biaya untuk pemakaian telepon, listrik, biaya transportasi dan sebagainya, sehingga jika dihitung justru mendatangkan kerugian. Selain untung-rugi secara material, untung-rugi nonmaterial juga diperhitungkan. Misalnya, apakah usaha yang dijalankan membuat ibu justru kerap meninggalkan anak-anak?
• Menyiapkan modal usaha
Modal usaha dapat diperoleh melalui sebuah perencanaan matang, yaitu dengan menyisihkan sejumlah uang setiap bulan sehingga pada saat direncanakan, tabungan dapat digunakan sebagai modal. Sebaiknya modal juga merupakan tabungan yang sama sekali tidak dialokasikan untuk biaya tak terduga, dana darurat, maupun tabungan-tabungan bertujuan lain. Untuk ini Anda juga perlu mencermati risiko plus-minus berhutang. Konsultasikan hal ini pada ahli keuangan.
• Sesuai minat .
Bidang usaha yang dikuasai dan diminati dapat mengurangi faktor risiko.
• Melihat kebutuhan pasar
Cermati kompetitor. Apakah ada kompetitor dengan bidang usaha yang sama di lingkungan tempat ibu berusaha? Bagaimana animo masyarakat terhadap bidang usaha tersebut?
• Kreatif mencari diferensiasi usaha
Jika bidang usaha yang akan ibu lakukan banyak dijalankan beberapa kompetitor, cobalah kreatif mencari diferensiasi dari usaha yang sama. Seperti Yayu yang menyediakan buku bacaan bermutu dan alat komunikasi di setiap mobil antar-jemputnya. Atau, Indira yang menyediakan paket kursus spesial liburan.
• Mengantisipasikan berbagai masalah . Siapkan berbagai alternatif cara mengatasi masalah.
• Mulai dari yang kecil dan tidak butuh banyak modal.
Usaha yang dimulai dari rumah biasanya lebih memudahkan ibu menjalankannya dengan risiko relatif lebih kecil dibanding menyewa tempat di luar rumah.

Jangan Lakukan!

Jangan mencampur aduk keuangan keluarga atau pribadi dengan keuangan usaha. Pisahkan secara tegas urusan rumah tangga dan urusan usaha. Misalnya, seorang ibu memasukkan anak ke TPA (Tempat Penitipan Anak) yang dikelolanya, ia harus memperlakukan si anak sama dengan anak lain. Anak harus dicatat sebagai konsumen yang juga dianggap membayar.

Kiat-kiat Bagi Pemula
Yayu:
• Jangan punya usaha yang hanya bertarget semata-mata demi keuntungan.
• Terbuka terhadap saran dan kritik konsumen.

Indira Hadi:
• Keseriusan merupakan modal utama dalam berusaha, sekecil apa pun usaha tersebut.
• Manajemen waktu yang baik merupakan kunci sukses sehingga ibu sebaiknya menyeimbangkan waktu dalam mengurusi usaha, mengurus rumah tangga dan memenuhi kebutuhan pribadi, seperti bersosialisasi.

Bisnis dan Rumah Tangga Harus Seimbang

Dra. Farida Haryoko, M.Psi
Staf pengajar Jurusan Psikologi Industri dan Organisasi, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia

Tips Cantiek

Cantik di Tahun 2008
for everyone

Tampil menawan namun tetap syar'i menjadi dambaan setiap muslimah. Sadar akan kecantikan yang berasal dari batiniah akan semakin kuat terpancar dengan pilihan kerudung yang serasi. Namun, tampil cantik tidak harus identik dengan mahal. Buktinya dengan memberikan sentuhan sedikit, maka penampilan Anda akan menjadi semakin menawan. Pilihan yang tepat adalah koleksi jilbab Permata Tipe 18, yang terdiri dari beberapa varian warna yang cantik menarik. Dengan harga yang terjangkau yaitu Rp. 35.000,- dan discount 20% bagi Reseller, maka tampil cantik di Tahun 2008 akan segera terwujud:)
Tags: permata
2 comments share

Blog Entry Belajar Marketing Online Dec 11, '07 2:19 AM
for everyone

“Marketing (Pemasaran) adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jadi, segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia.

Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa.

Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.

Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar.

Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.”

Selama ini, masyarakat umum seringkali berpandangan bahwa kesuksesan sebuah website adalah dihitung dari jumlah hit. Padahal dalam kenyataannya, jumlah hit tidak selalu mengindikasikan kesuksesan. Kini, yang menjadi pertanyaannya adalah “Bagaimana Anda memasarkan produk yang Anda miliki dengan cara Marketing Online

Terlepas dari pengertian marketing yang bersifat offline di atas yang telah di sebutkan. Pertama-tama tentukan terlebih dahulu tujuan anda ”Kenapa Mau Berkecimpung di Dunia Online.” Barulah Anda membuat berbagai strategi yang jitu, ok.

Dunia online adalah dunia yang kompleks dimana banyak sekali parameter yang kita harus paham. Apa yang terlihat dimata kita sukses, belum tentu sukses ketika kita membandingkan dengan kasus yang lain. Begitu juga sebaliknya. Langkah utama untuk mengatasinya adalah dengan men-setup tujuan yang jelas sebelum kita bertindak.

Anda dapat menjual hampir apa saja di internet. Anda dapat membangun sebuah bisnis penjualan advertising besar kepada site lain. Hanya ada satu yang harus diingat oleh Anda,sebagaian besar terjerumus -- tidak pernah menciptakan produk atau servis baru --

Apa yang harus dikerjakan adalah menetapkan fokus pada pasar yang ada, temukan apa yang mereka ingin beli, dan kemudian buat sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Setelah Anda dapat melakukan hal tersebut, dapat dengan mudah bagi Anda untuk membuat mereka tahu akan keberadaan Anda sekarang. Setelah Anda dapat menunjukkan keberadaan Anda dan terdapat permintaan akan yang Anda jual, produk atau layanan Anda akan dengan sendirinya terjual.

Berikut ini, beberapa metode marketing online (pemasaran melalui internet). Dan penulis berharap Anda sukses di dunia online ini. Penulis ucapakan selamat bagi Anda yang mau mengubah pola ber-marketing offline, menjadi online, dan selmat mencoba!!!

1. Melalui newsletter

Penyebaran informasi melalui newsletter sangat efektif, karena langsung menuju sasaran. Namun memiliki kelemahan, biasanya penerima email tidak akan mau membuka email dari pengirim yang tidak dia kenal.

2. Melalui iklan baris

Banyak sekali website yang menyediakan layanan iklan baris, anda bisa memasang melalui jenis iklan yang satu ini. Otomatis biaya tidak ada, karena biasanya iklan baris free. Namun jenis iklan ini juga memiliki kekurangan. Biasanya orang akan malas membaca satu demi satu, dari sederetan iklan yang tertera. Pada iklan jenis ini tidak ada satu pun image yang ditampilkan. Padahal kecenderungan orang menyukai image.

3. Melalui iklan banner

Anda bisa memanfaatkan jenis iklan ini. Terdapat berbagai macam jenis iklan banner berdasarkan bentuknya. Biasanya iklan banner bersifat interaktif, dan membuat orang penasaran untuk meng-klik-nya. Biaya yang anda keluarkan tentu berbanding lurus dengan manfaat yang akan anda peroleh melalui iklan banner ini.

4. Melalui iklan sponsorship

Konsep iklan yang satu ini adalah sponsorship. Anda sebagai pengiklan mensponsori suatu kolom dari konten yang dimuat oleh website tempat anda memasang iklan. Konten yang ditampilkan adalah konten yang dibuat oleh website tersebut. Namun image atau pencitraanya betul-betul full milik anda. Banner-banner yang ada dikelilingnya adalah banner milik anda.

5. Melalui jenis iklan advertorial

Website tempat anda memasang iklan akan menyediakan suatu kolom yang khusus dipergunakan untuk pengiklan. Dari mulai konten termasuk pencitraan/image dari kolom tersebut adalah full milik anda sebagai pengiklan. Kontennya pun bertemakan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat namun secara tidak langsung anda telah melakukan promosi didalam konten tersebut, disamping melalui banner-banner.

Jangan pernah berhenti untuk ber-marketing, apa pun itu bentuknya. Apakah secara offline atau pun online. Karena walau bagaimanapun harus diakui tak ada satupun bisnis yang berhasil tanpa itu.

Mengutip pendapat dari Rick Randall penulis buku 1001 Ways to Market Your Services: Even If You Hate to Sell, bahwa definisi dari pemasaran adalah segala sesuatu yang dilakukan untuk mencari, mendapat dan menjaga konsumen atau pelanggan.

Ini berarti bahwa hal terpenting dalam pemasaran adalah pelayanan pelanggan. Semoga melalui marketing online ini, anda dapat memfokuskan pada bagaimana membangun hubungan dengan konsumen dan calon-calon konsumen.
Oleh : Dadan Rusmawan
*) Penulis adalah Redaktur CyberMQ